Redaksipost.com – Beton terkenal sebagai material lantai yang memiliki ketahanan tinggi dalam menahan beban. Meski demikian, bukan berarti beton terbebas dari risiko retak hingga munculnya debu. Umumnya, beton yang tidak dilapisi oleh cat lantai tambahan memiliki risiko lebih tinggi untuk alami kerusakan-kerusakan tersebut.
Apabila lantai beton bangunan Anda mengalami retak dan menjadi sarang debu, Anda tentu perlu segera mengatasinya. Jika tidak, retakan yang semula kecil bisa bertambah besar yang tidak hanya mengganggu keamanan struktur tetapi juga kegiatan operasional.
Pertanyaannya, apa hal yang menjadi penyebab munculnya retakan dan debu pada beton? Simak pembahasannya berikut untuk mengetahui solusi yang bisa dilakukan.
Penyebab dan Solusi Lantai Beton Retak serta Berdebu
Tiap-tiap material lantai tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun lantai beton menawarkan keunggulan daya tahan dan kekuatan tinggi, namun apabila tidak dirawat dengan optimal, permukaannya bisa saja menjadi retak hingga muncul debu yang mengganggu.
Agar bisa mengatasi permasalahan pada beton ini dengan tuntas, ada baiknya Anda memahami lebih dulu tentang hal-hal yang menyebabkannya. Adapun berikut penyebab lantai beton bisa mengalami retak dan berdebu ialah sebagai berikut.
- Rasio Air pada Semen yang Tidak Tepat
Rasio campuran air dan semen yang tidak sesuai bisa menjadi penyebab beton alami retak dan berdebu. Sebagai contoh ketika campuran air terlalu banyak, maka beton yang dihasilkan akan memiliki pori-pori besar di permukaannya. Hal ini yang kemudian membuat beton rentan rapuh, gampang aus, dan menghasilkan debu.
Sementara jika campuran airnya terlalu sedikit, material jadi kaku, sulit dipadatkan, sehingga membuatnya sulit mengisi bekisting. Alhasil, terbentuklah rongga udara yang juga bisa memicu retak. Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan rasio dari air dan semen agar hasil beton sempurna.
- Suhu yang Ekstrem
Penyebab kedua yaitu karena suhu yang ekstrem. Baik suhu yang terlalu panas maupun terlalu dingin, nyatanya bisa sebabkan beton alami kerusakan akibat pemuaian dan penyusutan.
Untuk solusi penanganannya, Anda perlu melakukan pengecoran di waktu yang tepat. Hindari mengecor saat siang terik dan lakukan saat sore hari.
Selain itu, Anda juga bisa mengatasinya dengan memaksimalkan proses curing. Oleh karena itu, Anda bisa menggunakan Sikafloor® ProSeal-22 yang merupakan material curing dan sealing untuk lantai beton.
Fitur keunggulan yang ditawarkan yaitu tahan kelembapan, membantu mengontrol debu di permukaan, tahan abrasi, serta pengeringan yang cepat.

- Pola Lalu Lintas di Lantai
Ketahanan maupun kerusakan lantai sangat bergantung pada pola lalu lintas yang terjadi di lantai itu sendiri. Area dengan lalu lintas tinggi hingga menggunakan alat berat tentu memicu abrasi yang menyebabkan terkumpulnya debu permukaan hingga retak apabila beban terlalu berat.
Untuk solusinya, Anda bisa menggunakan cat lantai atau pengeras beton sebagai langkah untuk melindungi lantai dari gesekan. Untuk dijadikan pertimbangan, ada beberapa rekomendasi produk yang bisa Anda gunakan.
Pertama ada Sika® Chapdur®. Produk campuran material siap pakai ini tidak hanya meningkatkan ketahanan terhadap abrasi tetapi juga, ketahanan impact, dan mampu mengurangi debu.
Untuk mendukung hasil yang lebih optimal, Anda juga bisa mengombinasikannya dengan Sikafloor®-933 Densifier yang akan membuat finishingnya lebih mudah dan cepat untuk diratakan.
Berikutnya, Anda juga bisa menggunakan Sikafloor® CureHard-24. Produk ini dapat meningkatkan ketahanan abrasi, mengurangi emisi debu, melindungi permukaan, serta mudah untuk diaplikasikan. Ketika ingin menggunakan produk cat lantai atau floor hardener, pastikan Anda memilih produk yang sesuai kebutuhan.
- Perubahan Tanah di Area Pondasi
Pergerakan tanah di pondasi juga menjadi salah satu pemicu retak pada lantai beton. Proses alamiah yang sulit diprediksi ini biasanya disebabkan karena kelembaban, penurunan air tanah, dan terjadinya perubahan cuaca.
- Kesalahan dalam Pemadatan
Kesalahan dalam pemadatan sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. Jika beton tidak dipadatkan dengan baik, udara terjebak di dalam campuran sehingga terbentuk rongga. Akibatnya, beton menjadi berpori, mudah berdebu, dan berisiko mengalami retak
- Mengabaikan Perawatan lantai
Lantai beton yang tidak dirawat dengan baik sangat rentan alami kerusakan. Untuk itu apabila Anda tidak ingin lantai bangunan menjadi berdeu dan muncul retak, jangan mengabaikan perawatan rutin. Pastikan juga untuk menggunakan pelapis berkualitas seperti epoxy lantai agar risiko kerusakan dapat diminimalkan.
- Kualitas Material yang Rendah
Kualitas material yang rendah menjadi salah satu penyebab utama beton mudah retak, berdebu, dan tidak mencapai kuat tekan yang direncanakan. Apabila ada satu saja material penyusun beton yang tidak sesuai standar, maka kualitas beton yang dihasilkan bisa tidak sempurna.
Cegah Permukaan Beton Retak dan Berdebu dengan Cat Lantai dari Sika
Debu dan retak meski kesannya sepele, tetapi bisa mengganggu dan membahayakan struktur jika kondisinya sudah parah.
Maka dari itu, untuk mencegah lantai beton mengalami jenis kerusakan tersebut, Anda bisa menggunakan produk floor hardener maupun pelapis seperti epoxy lantai yang berkualitas dari Sika.
Anda bisa mempercayakan Sika sebagai solusi karena perusahaan ini sudah berkecimpung dan berpengalaman di bidangnya selama 115 tahun. Salah satu proyek global yang pernah menggunakan produk Sika yaitu Tempat Parkir Bawah Tanah di Austria.
Tidak hanya itu, di Indonesia Sika juga dipercaya sebagai solusi pada proyek MRT. Bahkan produk waterproofing semen juga pertama kali dicetuskan di Indonesia.
Untuk Anda yang tertarik menggunakan produk Sika sebagai solusi, baik itu floor hardener maupun cat lantai dari bahan epoxy, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan Kontak/Dukungan Sika Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi produk yang tepat. Informasi selengkapnya juga bisa didapatkan melalui halaman resmi Sika.







