Redaksipost.com – Film Resident Evil yang dijadwalkan hadir pada 2026 membawa pendekatan menarik terhadap dunia horor yang selama ini dikenal melalui game besutan Capcom. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana film tersebut mengolah timeline dan lore yang sudah melekat pada waralaba Resident Evil.
Film garapan Zach Cregger tampaknya memiliki nuansa waktu yang jauh lebih modern. Sejumlah elemen yang muncul di dalam cerita bahkan memberikan kesan bahwa peristiwa berlangsung di era sekarang, termasuk penggunaan perangkat teknologi modern oleh karakter Bryan.
Hal tersebut kemudian memunculkan pertanyaan menarik di kalangan penggemar. Apakah peristiwa yang dialami Bryan dalam film sebenarnya terjadi pada waktu yang sama dengan kejadian di Resident Evil 2 dan Resident Evil 3?
Dalam cerita game, kedua judul tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tragedi yang terjadi di Raccoon City pada 1998. Resident Evil 2 mengikuti sejumlah karakter ketika wabah mulai menghancurkan kota, sedangkan Resident Evil 3 menghadirkan kisah Jill Valentine yang berusaha bertahan ketika situasi di Raccoon City semakin kacau.
Jika film 2026 benar-benar mengambil latar waktu modern, teori mengenai kejadian yang berlangsung bersamaan dengan kedua game tersebut tentu menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas. Namun, ada persoalan besar yang membuat teori tersebut belum dapat dianggap sebagai bagian dari cerita resmi.
Film garapan Cregger tampaknya mengambil kebebasan dalam membangun dunia dan kronologinya sendiri. Dengan demikian, kemunculan elemen modern tidak otomatis berarti bahwa cerita film harus ditempatkan dalam timeline yang sama dengan game.
Penggunaan teknologi masa kini, termasuk ponsel pintar seperti iPhone yang digunakan Bryan, justru menjadi salah satu petunjuk bahwa film tersebut kemungkinan memiliki pendekatan berbeda terhadap periode waktu dalam cerita.
Meski demikian, hal tersebut tidak menutup ruang bagi berbagai teori penggemar. Waralaba Resident Evil sendiri memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan cerita yang saling terhubung, sehingga detail kecil dalam film dapat menjadi bahan pembahasan tersendiri.
Pertanyaan mengenai hubungan film dengan game juga menjadi semakin menarik karena Resident Evil 2 dan Resident Evil 3 merupakan dua judul yang sangat identik dengan Raccoon City. Kota tersebut menjadi salah satu lokasi paling penting dalam sejarah waralaba, terutama karena tragedi besar yang terjadi pada 1998.
Apabila film baru memang memiliki hubungan tertentu dengan peristiwa tersebut, penggemar tentu akan mencari berbagai petunjuk yang mengarah ke cerita game. Namun sampai ada penjelasan resmi dari pihak pembuat film, hubungan tersebut masih sebatas kemungkinan dan teori.
Cregger sendiri tampaknya memiliki ruang yang cukup besar untuk mengembangkan interpretasinya terhadap Resident Evil. Karena itu, film 2026 tidak harus mengikuti setiap detail timeline dari game sebelumnya.
Pada akhirnya, pertanyaan apakah kisah Bryan berlangsung bersamaan dengan peristiwa Resident Evil 2 dan Resident Evil 3 masih belum memiliki jawaban pasti. Justru ketidakpastian tersebut yang membuat film Resident Evil 2026 menarik untuk terus diperbincangkan menjelang perilisannya.







