Redaksipost.com – Gol Kroasia yang dianulir pada penghujung laga kontra Portugal menjadi salah satu momen paling kontroversial di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan wasit yang didukung teknologi VAR membuat Portugal memastikan kemenangan dramatis 2-1 sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Pertandingan yang berlangsung sengit di Toronto menghadirkan drama hingga detik terakhir. Bagi penggemar yang ingin mengikuti perkembangan pertandingan sepak bola dunia secara lengkap, Jalalive menjadi salah satu referensi untuk memperoleh informasi dan jadwal pertandingan terbaru.
Kroasia Sempat Unggul Lebih Dulu
Kroasia berhasil membuka keunggulan pada menit ke-53 melalui Ivan Perisic. Gol tersebut membuat Portugal berada di bawah tekanan dan harus meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Portugal akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-68 lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo. Gol tersebut membangkitkan semangat tim asuhan Roberto Martinez yang terus menekan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Goncalo Ramos Jadi Penentu Kemenangan Portugal
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan. Striker Portugal itu mencetak gol pada menit ke-90+4 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Gol tersebut membuat Portugal berada di atas angin. Namun, drama sebenarnya baru terjadi beberapa menit kemudian ketika Kroasia berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Mengapa Gol Kroasia Dianulir?
Pada menit ke-90+13, Josko Gvardiol berhasil menjebol gawang Diogo Costa setelah memanfaatkan umpan silang Ivan Perisic. Seluruh pemain Kroasia sempat merayakan gol tersebut, tetapi wasit Espen Eskas kemudian menganulirnya setelah menerima informasi dari VAR.
Penyebab utamanya adalah bola dinilai lebih dahulu mengenai kepala Igor Matanovic sebelum jatuh ke Mario Pasalic. Sentuhan kecil tersebut membuat Pasalic dianggap sudah berada dalam posisi offside saat menerima bola.
Meski dalam tayangan ulang sentuhan itu nyaris tidak terlihat, VAR menggunakan teknologi Snickometer, yaitu sistem pendeteksi suara dan getaran pada bola. Sensor yang tertanam pada bola merekam adanya kontak ketika bola melewati Matanovic sehingga keputusan offside tetap dinyatakan sah.
VAR dan Teknologi Bola Jadi Penentu
Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Kroasia karena mereka merasa tidak ada sentuhan yang cukup jelas dari Matanovic.
Namun, kombinasi teknologi sensor bola dan VAR memberikan bukti bahwa terjadi kontak sebelum bola diterima Pasalic. Berdasarkan regulasi offside FIFA, kondisi itu membuat proses gol dianggap tidak sah sehingga gol Gvardiol resmi dianulir.
Momen ini kembali menunjukkan bagaimana teknologi modern memiliki peran penting dalam menentukan keputusan krusial di ajang sepak bola terbesar dunia.
Portugal Tantang Spanyol di Babak 16 Besar
Kemenangan dramatis 2-1 memastikan Portugal melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan Roberto Martinez kini akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat melawan Spanyol.
Sementara itu, Kroasia harus mengakhiri perjalanan mereka setelah gagal memanfaatkan peluang emas pada detik-detik terakhir pertandingan. Keputusan VAR menjadi penutup yang pahit bagi Luka Modric dan rekan-rekannya dalam turnamen kali ini.







