• PEWARTA NETWORK
  • PASANG IKLAN
Rabu, 11 Feb 2026
Redaksi Post
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Advertorial
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Otomotif
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Advertorial
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Otomotif
No Result
View All Result
Redaksi Post
No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Advertorial
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Opini
  • Teknologi
  • Bisnis
  • Keuangan
  • Kesehatan
  • Hiburan
  • Wisata
  • Otomotif
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Vonis Ringan Koruptor APD COVID-19 Disorot, Eks Penyidik KPK: Pemberantasan Korupsi Kian Suram

Luki Aldiansyah by Luki Aldiansyah
10 Jun 2025
in Nasional
Vonis Ringan Koruptor APD COVID-19 Disorot, Eks Penyidik KPK: Pemberantasan Korupsi Kian Suram

Mantan penyidik KPK Yudi Purnomo

0
SHARES
2
VIEWS
ADVERTISEMENT

(Redaksipost.com) – Keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis ringan terhadap tiga terdakwa kasus korupsi pengadaan alat pelindung diri (APD) COVID-19 di Kementerian Kesehatan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap.

Yudi menyatakan keprihatinannya atas hukuman yang dinilai tidak sebanding dengan besarnya kerugian negara. Ia menilai putusan tersebut memperlihatkan lemahnya komitmen peradilan dalam memberantas korupsi.

“Saya heran kenapa vonis untuk kasus korupsi APD justru lebih ringan dari tuntutan jaksa. Ini tentu mengkhawatirkan dan tak akan menimbulkan efek jera,” ujar Yudi kepada wartawan, Sabtu (7/6/2025).

Menurutnya, vonis ringan malah dapat memunculkan keberanian baru bagi pihak-pihak yang berniat melakukan korupsi. Ia menilai hal tersebut harus menjadi perhatian serius Mahkamah Agung.

“Jika kecenderungan vonis ringan terus terjadi, ini mencerminkan bahwa sebagian hakim di pengadilan tipikor tidak berpihak pada semangat pemberantasan korupsi. Situasi ini harus menjadi catatan penting bagi Mahkamah Agung,” tegasnya.

Baca Juga

Peran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dalam Menjaga Kelestarian Alam Daerah

Personel Polsek Benoa Amankan Dua Pucuk Sajam Milik Penumpang KM. Lawit

Kejaksaan Agung Geledah Kantor GoTo, Telusuri Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek

Lebih jauh, Yudi menilai vonis yang tidak proporsional terhadap kerugian negara justru melemahkan penegakan hukum. Ia menyebut tren ini berpotensi menjadikan masa depan pemberantasan korupsi semakin gelap.

“Indepensi hakim tetap harus dihargai, tetapi logika hukum juga perlu diperhatikan. Bagaimana mungkin kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah, tapi hukumannya ringan? Ini sinyal buruk,” tuturnya.

Yudi pun mendorong Komisi Yudisial (KY) untuk segera melakukan evaluasi terhadap tren vonis ringan dalam kasus-kasus korupsi besar. Di sisi lain, ia juga menuntut penegak hukum seperti KPK, Polri, dan Kejaksaan untuk semakin memperkuat proses pembuktian di pengadilan.

Baca Juga  Hakim Ad Hoc Tipikor Harap Dilibatkan dalam Kebijakan Kenaikan Gaji oleh Presiden Prabowo
ADVERTISEMENT

“Komisi Yudisial perlu turun tangan mengkaji kecenderungan vonis ringan ini. Penegak hukum juga harus membangun soliditas dan menghadirkan bukti-bukti kuat agar tidak ada celah bagi hakim menjatuhkan hukuman ringan tanpa dasar yang memadai,” jelasnya.

Tiga Terdakwa, Vonis Tidak Seimbang

Dalam perkara ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap tiga terdakwa pada Kamis (5/6). Mereka adalah Budi Sylvana selaku mantan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Direktur Utama PT Energi Kita Indonesia (EKI) Satrio Wibowo, dan Direktur Utama PT Permana Putra Mandiri (PPM) Ahmad Taufik.

Budi dihukum tiga tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider dua bulan kurungan. Ia dinilai bersalah karena menyalahgunakan kewenangan dalam proyek pengadaan APD. Hakim menyatakan Budi melanggar Pasal 3 juncto Pasal 16 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Ahmad Taufik dijatuhi hukuman lebih berat, yakni 11 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider empat bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp224,18 miliar atau menghadapi hukuman tambahan empat tahun penjara.

Terdakwa ketiga, Satrio Wibowo, divonis 11 tahun 6 bulan penjara, denda Rp1 miliar, serta pembayaran uang pengganti sebesar Rp59,98 miliar. Jika tidak dibayar, ia akan menjalani hukuman tambahan selama tiga tahun.

Meski dua terdakwa divonis cukup berat, vonis ringan terhadap Budi yang merupakan pejabat negara dianggap mencoreng upaya pemberantasan korupsi di sektor pelayanan publik, terutama saat negara sedang menghadapi krisis kesehatan nasional.

Tags: APDCovid 19Vonis RinganYudi Purnomo
ShareSendSharePin
Luki Aldiansyah

Luki Aldiansyah

Waktu sangat berharga, gunakanlah dengan bijak

Berita Terkait

Dinas Lingkungan Hidup Berperan Menjaga Keberlanjutan Ekosistem di Bangka Belitung
Nasional

Peran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar dalam Menjaga Kelestarian Alam Daerah

02 Des 2025
Personel Polsek Benoa Amankan Dua Pucuk Sajam Milik Penumpang KM. Lawit
Nasional

Personel Polsek Benoa Amankan Dua Pucuk Sajam Milik Penumpang KM. Lawit

02 Des 2025
Kejaksaan Agung Geledah Kantor GoTo, Telusuri Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek
Nasional

Kejaksaan Agung Geledah Kantor GoTo, Telusuri Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek

12 Jul 2025
Load More
Next Post
Kedatangan Menteri ESDM di Sorong Disambut Aksi Protes Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

Kedatangan Menteri ESDM di Sorong Disambut Aksi Protes Tolak Tambang Nikel di Raja Ampat

Paling Populer

  • Banyak Warga RI Pilih Warganegara Singapura

    Banyak Warga RI Pilih Warganegara Singapura, Biayanya Ternyata Segini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gym di Jakarta Paling Worth It dan Biaya Membership 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 15 Merk Amplifier Power Built Up Termahal, Cek Disini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kumpulan Link Download Cheat Point Blank Versi Terbaru Anti Lag

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Skor Real Madrid vs Borussia Dortmund, Liga Champions Eropa Musim 2024-25

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Legal Keluarga Menjadi Rujukan Konsultasi Hukum Keluarga yang Aman dan Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Sakit di Gaza Terancam Tutup Akibat Kekurangan Bahan Bakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ethereum Menguat Menjelang Peluncuran ETF Spot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

KURS EMAS HARIINI

KURS BANK INDONESIA

PERUSAHAAN

PT Kolaborasi Pewarta Digital
AHU-003349.AH.01.30.Tahun 2023
NIB: 1401230031537
Ekosistem Media Online Indonesia
Email: redaksi@pewarta.net
WA: 0812 9000 7751 / 0812-9000-7752

Follow Us

PEWARTA NETWORK

Pewarta.co.id
SuaraNasional.id
Tajam.net
RepublikIndonesia.net
SwaraWarta.co.id
GerbangRakyat.com
IDNHits.com
IKNTimes.com
PelitaDigital.com
PelitaDigital.id
SamudraPikiran.com
WisataRakyat.com
Massa.id
KalimantanKini.com
GarudaTimes.com
PakarInfo.co.id
JadiProfesional.com
Nexzine.id
AlquranOnline.id


TERKINI MEDIA GROUP

IndonesiaTerkini.id
JatimTerkini.id
JatengTerkini.id
JogjaTerkini.id
BandungTerkini.id
SurabayaTerkini.id
MalangTerkini.id
BatuTerkini.id
JemberTerkini.id
BanyuwangiTerkini.id
MadiunTerkini.id
PacitanTerkini.id
NganjukTerkini.id
KediriTerkini.id
LamonganTerkini.id


REDAKSI

Tentang Kami
Hubungi Kami
Pedoman Media Siber
Privacy Policy
Disclaimer

TERVERIFIKASI

Seedbacklink Trusted Media

Copyright © 2025 Pewarta Network - Indonesia Digital Media Ecosystem

No Result
View All Result
  • Home
  • Dunia
  • Nasional
  • Daerah
  • Advertorial
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Lainnya
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Wisata
    • Kesehatan
    • Otomotif

Copyright © 2025 Pewarta Network - Indonesia Digital Media Ecosystem

slot777